Heimweh, es tut weh.

Jede Sekunde habe ich Sehnsucht nach dem Heim.   Jede Minute denke ich nur an meiner liebevollen Familie.   Jede Stunde bete ich an den Gott, dass ich mit meiner Familie bin, dass ich zu Hause bin, dass ich nicht hier zu sein.   Jeden Tag, am Morgen stehe ich wie Zombie auf, in der … Continue reading Heimweh, es tut weh.

Advertisements

Kein Heim, ein Reim.

Du glaubst nicht an Gott, dein Blut bleibt noch immer rot. Sei bitte einfach freundlich, es wird dann mir immer gleich.

Anapher

Der Tod ist meine größte Angst, der Tod wird zu meinem wahrsten Freund.   The death is my greatest fear, the death will become my truest friend.   Kematian adalah ketakutan terbesarku, kematian akan menjadi temanku yang paling sejati.

Epipher

Um dich zu lieben brauche ich keinen Grund, um mich zu betrügen brauchst du doch einen Grund.   To love you I don't need any reason, to betray me you indeed need a reason.   Untuk mencintaimu aku tidak membutuhkan alasan, untuk menghianatiku kamu jelas membutuhkan suatu alasan.

Padamu

Aku menyukai kereta api sebegitunya Walau ia memang tidak pernah ada dalam hidupku beberapa tahun sebelumnya Aku menyukai kamu lebih dari sebegitunya Walau dirimu tidak pernah berada dalam hidupku bahkan sampai kita beranjak dewasa Sore ini aku memiliki kesempatan Tuk menikmati keindahan senja dari dalam kereta Sesederhana itu untuk membuatku bahagia Dua hal favoritku, dalam … Continue reading Padamu

Aku?

Dekat, semakin dekat Jauh, semakin jauh Kemana kah tadi melompat? Tanpa arah menjadi peluh Asing, kenapa menjadi asing? Aneh, apakah aku sekarang aneh? Menyusuri lembah berujung tebing Airnya kini keemasan, heh? Waktu, semakin cepat Rumah, semakin tak tahu Terperosok sudah terlambat Satu pertanyaan, “di mana aku?”

#13

Kata-kata yang terucap amatlah tajam Dapat sebabkan langit menjadi muram Ubah senja menawan tampak temaram Jalan saja, urusannya, untuk apa peduli Tak salahkan hak manusia tuk berekspresi Tapi dunia terlalu jauh dari ekspektasi Di luar sana terlalu yang menghakimi Persetanlah dengan kata jadi diri sendiri Karena warna tak selamanya sama Kalau berbeda, lalu mengapa tertawa? … Continue reading #13