There’ll be BEAUTY Category in deineschatzi.wordpress.com!

Heyya, Schatzi!

wie geht’s (apa kabar)?

Aku tuh udah dari lama banget sebenernya pengen nulis-nulis lucu tentang make up gitu di blog, bahasa kerennya beauty blogger kali, ya? Tapi, kemarin karena alasan tertentu, yaitu karena kamera hpku tidak mumpuni, jadinya aku males juga sih ya. Ya, bayangin aja… masa nanti kalau aku butuh foto swatch lipstick di bibir gitu, trus aku nggak bisa foto sendiri karena kualitas kamera depan hpku payah, aku harus minta tolong seseorang untuk fotoin bibir aku? Kalau punya pacar fotografer sih gpp ya. Hahahaha.. tuh kan, pasti selalu nyerempet aja bahas pacar. Ya gitu deh ya, jadi setelah aku ganti hp ini, keinginan aku untuk jadi beauty blogger semakin besar. Alasan sederhananya yaitu karena aku suka menulis dan aku semakin jatuh cinta dengan make up.

Rencananya sih di blog bagian beauty ini aku hanya akan menuliskan tentang review skincare dan make up yang aku pakai, dan (mungkin juga) aku akan post tentang #MOTD aka Make-Up Of The Day. Tapi, yaa… kalian tau lah ya, kalau dilihat dari posting-anku beberapa hari lalu di Instagram, make up ala Zhinta akan gimana hahaha. I’ll only use drugstore products, which is so affordable untuk anak kosan seperti aku ini. Dan juga, mungkin nggak akan sebadai cewek-cewek kekinian gitu, karena aku bukan cewek badai kekinian (?)

Oh iya, sedikit cerita aja nih ya. Dulu… sebelum negara api menyerang, aku sempet jadi cewek yang rada kecowokan gitu kan gayanya (sampai sekarang juga masih sering dibilang tomboy sih, apadaya *inserts emoji menangos di sini*), boro-boro make up ya, cuci muka aja aku anaknya super duper males. Dan waktu SMP itu, hampir seluruh muka aku dipenuhi jerawat, sampai aku kadang kalau lihat amplas di jalan pengen ngambil trus ngegosokin di wajah aja gitu dengan harapan seluruh jerawatnya musnah. Jerawat itu musuh terbesar aku dan aku benciiiii, dengan ‘i’ lima kali, banget sama jerawat. Selain jerawat, masalah utamaku itu kulitku tipe yang berminyak. Jadi ya, dulu pas SMP, muka aku tuh kucel banget dipenuhi jerawat yang segede kuaci tapi kinclong, kayak talang minyak. Nggak banget.

Bukannya aku merasa sudah cantik sekarang, tapi wajah aku sekarang itu much much much better daripada saat itu. Kalau anak remaja lainnya mukanya pada mulus karena belum kena make up, aku malah kebalikannya. Hal tersebut buat aku nggak pernah percaya diri sampai sekarang, dan nggak pernah merasa cantik. Padahal berbagai macam cara sudah aku dan mamaku coba, aku bahkan sampai nggak ingat berapa kali aku ganti facial foam, coba obat jerawat ini itu, dipencetin jerawatnya satu-satu sama kakak sepupuku, sampai facial ke salon dan dokter kecantikan juga pernah. Saran aku sih bagi kamu-kamu yang punya masalah dengan jerawat, jangan pernah dipencet! Jangan. Pernah. Atau kamu akan menyesal for the rest of your life. Aku nggak nakut-nakutin, tapi aku ngerasain sendiri lho. Selain dipencetin sama kakak sepupu aku, jerawat aku ini juga pernah iseng aku pencetin sendiri karena gemes dicampur sebel setengah mampus, trus ternyata pas di-facial eh dipencetin juga. Trus hasilnya apa? Makin parah, dan wajah aku sekarang kayak bolong-bolong gitu di bagian pipi (yang dulu paling banyak jerawatnya) trus pori-porinya terlihat makin besar. Kalau yang masalah pori-pori sih aku nggak begitu paham ya, ada yang bilang memang karena genetis, tapi deep down aku sedikit percaya kalau ini ada sangkut pautnya dengan kisah jerawatku terdahulu.

Syukurnya sekarang jerawatku muncul hanya satu dua biji saja. Trus kenapa jerawat kemarin yang super parah itu bisa hilang? Entahlah. Aku juga nggak paham kenapa. Nggak tiba-tiba hilang juga sih, perlahan tapi menghilang sendiri. Padahal aku nggak pernah ke dokter atau ke salon lagi. Ajaib, ya.

Nggak lama setelah kejadian Zhinta vs Jerawat itu, aku mulai tuh merasakan yang namanya sakit hati ala-ala anak labil. Di sana aku ingin menunjukkan, kalau aku tuh nggak kalah cantik sama ‘cewek itu’ #ea. Mulai deh, aku mulai kecewek-cewekan. Gimana ya, bahasa enaknya? Ya begitulah pokoknya mah. Paham, kan? Hahahaha. Aku mulai tertarik dengan pakaian selain celana jeans, kaos, dan sneakers. Aku pun mulai tertarik dengan yang namanya dandan alias make up. Tapi belum sampai ke tahap yang seperti teman-temanku yang lain sih, yang saat itu sudah mulai jago ngalis sendiri hahaha. Paling tidak saat itu aku sudah mulai rajin cuci muka, pakai body lotion, bedak, lip balm, dan minyak wangi lah ya.

Ketertarikanku pada make up selain karena diawali oleh aku yang ingin terlihat cantik, juga ada pengaruh lainnya. Ada pengaruh karena melihat teman-teman satu genk SMA yang mulai make up juga, dan yang menarik yaitu, karena salah seorang kenalanku di ask.fm. Iya, ini akan throwback sedikit ke masa-masa aku kecanduan ask.fm pada akhir 2014-awal 2015. Di dunia per-ask.fm-an sana aku mengenal seorang kakak cantik yang bernama beken Raraspberry. Kak Rara ini anak Sastra Inggris di universitas yang menolakku tiga kali. Aku lupa bagaimana bisa aku menemukan profil Kak Rara di ask.fm, tetapi awalnya aku entah kenapa tertarik mengikuti ceritanya tentang make up. Soalnya, Kak Rara ini kalau jawab pertanyaan baik dan ramah sekali! Di sana lah aku mulai berkenalan dengan ‘kenapa harus pakai sunblock’, ‘apa bedanya BB Cream, CC cream, DD cream, Foundation’, dll dst dsb. Sampai sekarang, walau aku sudah tidak main ask.fm lagi, kami masih saling follow lho di Instagram. Dan terkadang aku masih suka stalking feeds ig Kak Rara, hehe.

Next, saat mulai masuk SEPENA aku berkenalan dengan seorang anggota dari Surabaya. Tau kami sesama orang yang doyan ngeblog, mampirlah aku ke blog miliknya. Eh, ternyata isinya beauty blog. Dari sana kami cukup sering bertukar cerita mengenai make up, dan sesekali juga mengenai rambut. Saat mulai saling follow di Instagram, aku jadi mengetahui kalau Mbak Limas ini anggota dari Beauty Blogger Surabaya yang cukup sering diundang di event-event kece yang berhubungan dengan make up gitu di Kota Pahlawan sana. Wow. Terlihat sangat mengasyikkan, bukan. Dan aku, sejujurnya sangat tertarik. Tertarik untuk mengenal teman-teman baru yang sama-sama suka make up, soalnya di kuliah (walaupun sebenarnya banyak make up junkie yang bertebaran di kampus) aku belum menemukan teman yang pas. Sejujurnya aku masih sangat minder sih, berhubung pengetahuanku di dunia per-makeup-an masih minim dan kocekku yang masih mahasiswa juga keahlianku dalam berdandan hanya sebatas pemula yang baru tau basic saja. Tapi, kalau tidak aku mulai mencoba belajar dari sekarang, kapan lagi?

Ya.. intinya mah bagian khusus beauty ini aku buat khusus untuk belajar, sharing informasi dan menjadi cerminan bagi diri sendiri aja sih. Kurang lebih sama seperti tujuan dari keseluruhan blog ini. Syukur-syukur kalau misalkan nanti dengan adanya kategori beauty ini viewers di blog semakin bertambah, tapi kalau tidak juga, tidak ada yang perlu disesali, kan? Hehe.

Untuk penutup, aku mau pamer sedikit hasil keisenganku (yang sebenarnya sudah aku upload berkali-kali di Instagram) selama akhir minggu belakangan ini.

cymera_20161003_235332

Failed grunge style make up look.

cymera_20161003_235645

Trying on lippies I have just bought. Top left is my face with foundie only.

cymera_20161004_000652

Simple party make up look.

Liebe Grüβe,

 

deine Schatzi.

Advertisements