#Review Nabi Long Lasting Matte Lip Gloss – Shade Nutmeg

Ey, Schatzi!
So this is gonna be my very first (hashtag) review on the Beauty category in this blog, yuhuu *confetti* I’m so proud of myself that I could finally do this after such a long brainstorming with my own self. Nah, not really. I’m just a proscratinator, btw! Nevermind, let’s just get back on to the topic!

Jadi, aku selama ini kalau ke kampus prefer pakai lippen yang warnanya gelap gitu, kan ya… walaupun sebenarnya punya lippen warna nude pinkish yang lebih natural dan wearable untuk sehari-hari terutama untuk ke kampus. Akhirnya kepikiran deh untuk nyari lippen baru yang ‘lebih’ wearable gitu lah, ya. Tapi entah kenapa karena sudah punya warna nude pinkish itu, dan warna tersebut walaupun aku ngeliatnya cocok-cocok aja tapi membuat wajahku terlihat pucat bukannya segar, aku tertarik untuk beli warna yang nude kecoklatan gitu. So… akhirnya setelah googling sana-sini cari review lippen merk apa dan shade apa yang kira-kira menarik, terbelilah lippen Nabi Long Lasting Matte Lip Gloss shade Nutmeg ini.

Nah, kalau kamu belum tau merk Nabi ini asalnya dari Los Angeles, USA. Tapi untuk produk Long Lasting Matte Lip Gloss ini made in China.

Dan, pas pertama kali lihat lippen ini I was like… omg hell no, it’s (again) too dark for daily wear. But… is it? Check it out!

Packaging

Kalau dilihat dari packaging-nya sih nggak beda jauh dengan lip cream lainnya, tapi lebih kurus dari lip cream Mineral Botanica yang aku punya (berhubung itu satu-satunya lip cream yang aku miliki, so perbandingannya itu lah ya hahaha) dan seingatku beda tipis lah dengan NYX SMLC. Ukurannya pas lah kalau mau ditaroh di kantong celana atau di pouch kecil nggak makan tempat, karena Cuma 0.32oz atau 9g aja.

Applicator

Aplikatornya juga sama seperti lip cream dan lip tint pada umumnya, jadi memudahkan dalam pengaplikasiannya ke bibir gitu deh. Cuma, entah aku yang masih kurang pro dalam dunia peng-lipcream-an atau gimana, masih suka bleber kemana-mana kalau pakai hahahaha jadi ya, sama aja. Tapi dari segi mudah pengaplikasiannya enakan ini sih, daripada harus pakai lipstick yang jauh lebih rempong nan ribet hahaha.

Tekstur

Tekstur dari si Nabi ini nggak terlalu cair, terkesan lebih lengket tapi nggak lengket-lengket banget. Aku kurang tau juga ini cuma shade Nutmeg aja atau semua shade teksturnya sama, tapi sempat dengar dari seorang teman yang penggemar lippen juga kalau si Nabi ini teksturnya emang lengket parah. Dan…. ternyata pas di-apply ke bibir, juga lengket banget! Apalagi kalau kamu apply-nya cukup tebal gitu, nggak ala-ala sheer. Ugh. Ini nih yang aku nggak suka parah. Lengket, banget. Bahkan ketika sudah kering gitu juga masih terasa lengket, dan buat susah mangap gitu. Nggak terganggu banget banget sih, tapi ya tetap aja cukup menggangu. Pfft.

Pigmentasi

Bagusnya sih, si Nabi yang super lengket ini pigmented dan ketahanannya cukup bagus. Smudgeproof, kissproof. Well…  Dipakai makan dan minum pada umumnya hanya sedikit pudar, dan itu pudarnya sangaaaaat sedikit. Jadi nggak perlu touch up berkali-kali gitu, soalnya kalaupun mau reapply tanpa menghapus sisa yang tadi agak kurang nyaman gitu deh menurut aku. Agak berat gitu rasanya, dan terasa seperti pakai berkali-kali padahal baru reapply yang kedua kalinya.

Dan, sayangnya untuk menghapusnya pun butuh effort lebih, karena ya emang pigmentasinya mantap djiwa saudara-saudara. Nggak bisa sekadar swipe pakai tisu aja, karena nggak akan berhasil. Hahahaha. Aku pakai make up remover yang khusus eyes and lips juga masih belum menghilang sepenuhnya gitu. Karena aku pernah baca kalau cara menghapus lip cream yang ‘membandel’ itu bisa pakai oil based make up removed, dan berhubung aku nggak punya itu (karena wajahku berminyak) jadi aku coba hapus pakai extra virgin olive oil yang aku tuangkan di kapas. Voila! Mau dong hilang, bersih-sih-sih-sih.

Swatch

Nah, kan tadi first impression aku takut karena cokelat shade Nutmeg ini terlihat gelap banget untuk daily wear. Tapi…. walaupun memang cukup gelap (yang aku suka banget!) shade ini nggak terlalu gelap banget banget banget kok seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Dan kalau di-apply tipis alias agak sheer gitu, jatuhnya malah nude brownish gitu. Suka! Cantik banget warnanya!

Harga

Menurut aku Nabi ini sangat affordable untuk anak sekolah ataupun mahasiswa dengan budget terbatas seperti aku. Karena hanya dengan IDR 30.000,00-an kamu bisa dapatkan Nabi Long Lasting Matte Lip Gloss dengan berbagai shade mulai dari yang terang sampai gelap. Murah banget, kan? Aku sih kemarin belinya di ivabeaute.com dan harganya pas 30k doang, lho.

Would I repurchase?

Yes! But I definitely would love to try another shade. Perhaps the ‘calm’ tone one.

What I Like

  1. The shades are like so many, you can choose from the brightest red till the dark choco like this Nutmeg shade. Warnanya juga banyak yang cantik (kalau aku lihat dari review beauty bloggers gitu).
  2. It’s hella affordable for a broke student like me. Only around 30k-ish!
  3. Mudah didapatkan di online shop.
  4. Long lasting! Up to > 4 hours.

What I Don’t Like

  1. Lengket. Ew.
  2. Butuh perjuangan untuk menghapusnya.
  3. Kalau di-reapply terasa berat.

Rate

So far, I’ll give it 6 out of 10!

Sejauh ini lippen warna ini masih jadi salah satu favoritku untuk kupakai sehari-hari, lho. Dan kata beberapa teman warna ini cocok dan bagus di aku, ehe.

Advertisements

There’ll be BEAUTY Category in deineschatzi.wordpress.com!

Heyya, Schatzi!

wie geht’s (apa kabar)?

Aku tuh udah dari lama banget sebenernya pengen nulis-nulis lucu tentang make up gitu di blog, bahasa kerennya beauty blogger kali, ya? Tapi, kemarin karena alasan tertentu, yaitu karena kamera hpku tidak mumpuni, jadinya aku males juga sih ya. Ya, bayangin aja… masa nanti kalau aku butuh foto swatch lipstick di bibir gitu, trus aku nggak bisa foto sendiri karena kualitas kamera depan hpku payah, aku harus minta tolong seseorang untuk fotoin bibir aku? Kalau punya pacar fotografer sih gpp ya. Hahahaha.. tuh kan, pasti selalu nyerempet aja bahas pacar. Ya gitu deh ya, jadi setelah aku ganti hp ini, keinginan aku untuk jadi beauty blogger semakin besar. Alasan sederhananya yaitu karena aku suka menulis dan aku semakin jatuh cinta dengan make up.

Rencananya sih di blog bagian beauty ini aku hanya akan menuliskan tentang review skincare dan make up yang aku pakai, dan (mungkin juga) aku akan post tentang #MOTD aka Make-Up Of The Day. Tapi, yaa… kalian tau lah ya, kalau dilihat dari posting-anku beberapa hari lalu di Instagram, make up ala Zhinta akan gimana hahaha. I’ll only use drugstore products, which is so affordable untuk anak kosan seperti aku ini. Dan juga, mungkin nggak akan sebadai cewek-cewek kekinian gitu, karena aku bukan cewek badai kekinian (?)

Oh iya, sedikit cerita aja nih ya. Dulu… sebelum negara api menyerang, aku sempet jadi cewek yang rada kecowokan gitu kan gayanya (sampai sekarang juga masih sering dibilang tomboy sih, apadaya *inserts emoji menangos di sini*), boro-boro make up ya, cuci muka aja aku anaknya super duper males. Dan waktu SMP itu, hampir seluruh muka aku dipenuhi jerawat, sampai aku kadang kalau lihat amplas di jalan pengen ngambil trus ngegosokin di wajah aja gitu dengan harapan seluruh jerawatnya musnah. Jerawat itu musuh terbesar aku dan aku benciiiii, dengan ‘i’ lima kali, banget sama jerawat. Selain jerawat, masalah utamaku itu kulitku tipe yang berminyak. Jadi ya, dulu pas SMP, muka aku tuh kucel banget dipenuhi jerawat yang segede kuaci tapi kinclong, kayak talang minyak. Nggak banget.

Bukannya aku merasa sudah cantik sekarang, tapi wajah aku sekarang itu much much much better daripada saat itu. Kalau anak remaja lainnya mukanya pada mulus karena belum kena make up, aku malah kebalikannya. Hal tersebut buat aku nggak pernah percaya diri sampai sekarang, dan nggak pernah merasa cantik. Padahal berbagai macam cara sudah aku dan mamaku coba, aku bahkan sampai nggak ingat berapa kali aku ganti facial foam, coba obat jerawat ini itu, dipencetin jerawatnya satu-satu sama kakak sepupuku, sampai facial ke salon dan dokter kecantikan juga pernah. Saran aku sih bagi kamu-kamu yang punya masalah dengan jerawat, jangan pernah dipencet! Jangan. Pernah. Atau kamu akan menyesal for the rest of your life. Aku nggak nakut-nakutin, tapi aku ngerasain sendiri lho. Selain dipencetin sama kakak sepupu aku, jerawat aku ini juga pernah iseng aku pencetin sendiri karena gemes dicampur sebel setengah mampus, trus ternyata pas di-facial eh dipencetin juga. Trus hasilnya apa? Makin parah, dan wajah aku sekarang kayak bolong-bolong gitu di bagian pipi (yang dulu paling banyak jerawatnya) trus pori-porinya terlihat makin besar. Kalau yang masalah pori-pori sih aku nggak begitu paham ya, ada yang bilang memang karena genetis, tapi deep down aku sedikit percaya kalau ini ada sangkut pautnya dengan kisah jerawatku terdahulu.

Syukurnya sekarang jerawatku muncul hanya satu dua biji saja. Trus kenapa jerawat kemarin yang super parah itu bisa hilang? Entahlah. Aku juga nggak paham kenapa. Nggak tiba-tiba hilang juga sih, perlahan tapi menghilang sendiri. Padahal aku nggak pernah ke dokter atau ke salon lagi. Ajaib, ya.

Nggak lama setelah kejadian Zhinta vs Jerawat itu, aku mulai tuh merasakan yang namanya sakit hati ala-ala anak labil. Di sana aku ingin menunjukkan, kalau aku tuh nggak kalah cantik sama ‘cewek itu’ #ea. Mulai deh, aku mulai kecewek-cewekan. Gimana ya, bahasa enaknya? Ya begitulah pokoknya mah. Paham, kan? Hahahaha. Aku mulai tertarik dengan pakaian selain celana jeans, kaos, dan sneakers. Aku pun mulai tertarik dengan yang namanya dandan alias make up. Tapi belum sampai ke tahap yang seperti teman-temanku yang lain sih, yang saat itu sudah mulai jago ngalis sendiri hahaha. Paling tidak saat itu aku sudah mulai rajin cuci muka, pakai body lotion, bedak, lip balm, dan minyak wangi lah ya.

Ketertarikanku pada make up selain karena diawali oleh aku yang ingin terlihat cantik, juga ada pengaruh lainnya. Ada pengaruh karena melihat teman-teman satu genk SMA yang mulai make up juga, dan yang menarik yaitu, karena salah seorang kenalanku di ask.fm. Iya, ini akan throwback sedikit ke masa-masa aku kecanduan ask.fm pada akhir 2014-awal 2015. Di dunia per-ask.fm-an sana aku mengenal seorang kakak cantik yang bernama beken Raraspberry. Kak Rara ini anak Sastra Inggris di universitas yang menolakku tiga kali. Aku lupa bagaimana bisa aku menemukan profil Kak Rara di ask.fm, tetapi awalnya aku entah kenapa tertarik mengikuti ceritanya tentang make up. Soalnya, Kak Rara ini kalau jawab pertanyaan baik dan ramah sekali! Di sana lah aku mulai berkenalan dengan ‘kenapa harus pakai sunblock’, ‘apa bedanya BB Cream, CC cream, DD cream, Foundation’, dll dst dsb. Sampai sekarang, walau aku sudah tidak main ask.fm lagi, kami masih saling follow lho di Instagram. Dan terkadang aku masih suka stalking feeds ig Kak Rara, hehe.

Next, saat mulai masuk SEPENA aku berkenalan dengan seorang anggota dari Surabaya. Tau kami sesama orang yang doyan ngeblog, mampirlah aku ke blog miliknya. Eh, ternyata isinya beauty blog. Dari sana kami cukup sering bertukar cerita mengenai make up, dan sesekali juga mengenai rambut. Saat mulai saling follow di Instagram, aku jadi mengetahui kalau Mbak Limas ini anggota dari Beauty Blogger Surabaya yang cukup sering diundang di event-event kece yang berhubungan dengan make up gitu di Kota Pahlawan sana. Wow. Terlihat sangat mengasyikkan, bukan. Dan aku, sejujurnya sangat tertarik. Tertarik untuk mengenal teman-teman baru yang sama-sama suka make up, soalnya di kuliah (walaupun sebenarnya banyak make up junkie yang bertebaran di kampus) aku belum menemukan teman yang pas. Sejujurnya aku masih sangat minder sih, berhubung pengetahuanku di dunia per-makeup-an masih minim dan kocekku yang masih mahasiswa juga keahlianku dalam berdandan hanya sebatas pemula yang baru tau basic saja. Tapi, kalau tidak aku mulai mencoba belajar dari sekarang, kapan lagi?

Ya.. intinya mah bagian khusus beauty ini aku buat khusus untuk belajar, sharing informasi dan menjadi cerminan bagi diri sendiri aja sih. Kurang lebih sama seperti tujuan dari keseluruhan blog ini. Syukur-syukur kalau misalkan nanti dengan adanya kategori beauty ini viewers di blog semakin bertambah, tapi kalau tidak juga, tidak ada yang perlu disesali, kan? Hehe.

Untuk penutup, aku mau pamer sedikit hasil keisenganku (yang sebenarnya sudah aku upload berkali-kali di Instagram) selama akhir minggu belakangan ini.

cymera_20161003_235332

Failed grunge style make up look.

cymera_20161003_235645

Trying on lippies I have just bought. Top left is my face with foundie only.

cymera_20161004_000652

Simple party make up look.

Liebe Grüβe,

 

deine Schatzi.