Surat (Cinta) Terbuka?

Teruntukmu yang mungkin sudah kukagumi sepanjang setengah dekade, hai. Sudah lama kita tidak bersua, bahkan mungkin untuk sekadar berbincang sejenak. Ah, sebelumnya maafkan salam pembuka surat ini yang biasa saja, karena sesungguhnya aku amat bingung bagaimana untuk memulainya, kuputuskan untuk memilih satu kata sederhana yang biasa diucapkan seseorang saat berjumpa dengan kawannya. Kawan, iya. Bukankah … Continue reading Surat (Cinta) Terbuka?

Advertisements