Aku? Gpp.

Courtesy : google

“Lo kenapa?”
“Gue gpp.”

Dalam kurang dari 60 detik pesan balasan itu terkirim ke ujung benua tetangga, dan secepat itu pula tandanya berubah menjadi centang dua berwarna biru.

“Seriusan, lo kenapa? Cerita!”

Hela nafas yang cukup panjang memecah ruangan yang hening, sesaat setelah ia membaca pesan yang baru diterimanya lagi.

“Gue gpp kok. :)”

Tombol “kirim” ia ketuk, lalu kembali lanjut menyayatkan lukisan abstrak di pergelangan tangannya. Sreett… sreett… dengan sebuah cutter, dan darah yang mengalir alami untuk memperindahnya.

“Gue gpp.”

Ia menengadah menatap langit-langit, berharap kepada semesta bahwa apa yang ia lakukan dapat setidaknya mengurangi rasa sakit di dalam hatinya.

Hai! Ini cerita 100 kata pertamaku, mungkin.
Sebuah realita sederhana — seperti nama RM Padang yang terkenal itu — yang ditambahi bumbu-bumbu fiksi, tapi kisah ini amat sangat mungkin terjadi di sekitar kita. Hanya saja, kebanyakan dari kita mungkin tidak menyadarinya. Karena “gpp” x sejuta yang kita terima sebagai balasan ketika menanyakan keadaan seseorang (lebih ke secara mental). Mungkin, kita harus belajar menjadi lebih peka, sebelum terlambat menyadarinya.

Untuk kamu yang sedang struggling dan melakukan seperti apa yang kutuliskan di atas, aku hanya ingin mengingatkan perkataan dari vokalis Sleeping With Sirens, seperti yang tertera pada foto terlampir. Semangat, kamu kuat, kok! 💕💪

Untuk 30 Hari Bercerita #23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s