What I Did, What I Got, What I Achieved on 2016

Hey, Schatz! Happy happy happy happy new year!

*draft ini aku tulis sebelum perjalanan panjangku menuju rumah, saat tulisan ini terunggah 99,9% kemungkinan bahwa aku sedang menikmati pergantian tahun di kota romantis, Yogyakarta, bersama seorang teman yang tidak romantis.*

2016 sudah berakhir nih, dan seperti tahun sebelumnya nih aku akan menuliskan tentang What to do, what to get and what to achieve on 2015 (https://deineschatzi.wordpress.com/2015/12/30/what-i-did-what-i-got-what-i-achieved-on-2015/). Kenapa baru aku tuliskan di penghujung tahun? Ah rasanya sudah pernah aku ceritakan sebelumnya. Untuk membaca tulisan mengenai tahun sebelumnya bisa cek link ini yaaa *wink* *wink*

List tahun ini akan sangat panjang, sangat. Pakai capslock dan bold, SANGAT.

Jadi, kalau tidak ada yang berkenan untuk membacanya, ya rapopo. Karena sejujurnya tulisan ini aku tulis dan unggah hanya sebagai refleksi diri saja ke depannya, aku berharap untuk menjadi lebih baik. Versi yang lebih baik dari diriku pada saat ini. Aku lelah dianggap remeh terus. Oke, bagian yang itu hanya pelampiasan kekecewaanku yang sangat mendalam di akhir tahun ini. :))

So, here it goes…

  1. IPK minimal 3.00

Ya, mungkin karena ‘harapan’ pertamaku di tahun 2016 ini ada seseorang di luar sana yang mengecapku sebagai seorang yang sangat ambisius akan nilai dan sangat menomorsatukan nilai. Oh wow, tentu saja aku menomorsatukan nilai, dan kuliahku tentu saja. Tapi jangan khawatir, aku sanggup kok mempertanggungjawabkan nilai-nilai yang tertera di PAUS ID sana. Ya, mungkin terkecuali beberapa nilai mata kuliah umum yang entah bagaimana caranya bisa berakhir dengan nilai A. Tapi satu yang ingin kupertegas di sini, aku jauh-jauh ‘dikirim’ ke Jatinangor ya untuk kuliah, menimba ilmu. Dan walaupun aku tipe yang kurang suka dengan sistem ‘nilai’, tetapi nilai tersebut sendiri memiliki pengaruh yang cukup besar bagi diriku menilai usahaku, dalam belajar tentunya. So, daripada kamu mengurusi aku (maaf ya, aku bisa mengurusi diriku sendiri) lebih baik urusi saja dirimu sendiri, dan akademikmu, mungkin?

Huft. Celotehan di atas itu, bridging yang sangat tidak penting. Tapi aku sebal, sungguh. Ada saja yang mengecapku seperti itu, h a h a. Bodo amat lah. Yang penting ‘nomor 1’ ini tercapai 😉 dengan angka > 3.50, dan yang lebih penting aku dapat mempertanggungjawabkan nilai tersebut.

  1. Try Monbukagakusho

Nah ini, tahun ini aku mencoba Monbu lagi untuk yang kedua kalinya. Seleksi berkas? Ya.. karena tahun lalu aku lulus, syukurnya tahun ini aku bisa lulus juga. Walaupun banyak sekali berkas-berkas tahun lalu yang aku ‘daur ulang’, e h e. Yang bagian itu jangan dibilang ke pihak Monbu-nya ya, psst. Setelah seleksi berkas, ada seleksi tulis. Sama seperti tahun lalu, aku niat tidak niat untuk menjalaninya. Tapi, parahnya tahun ini aku sangaaaaaaaaaaat tidak niat. Belajar sedikitpun tidak, bayangkan. Aku merasa cukup berdosa untuk sejahat ini mengambil kesempatan orang-orang yang memang sangat menginginkan beasiswa pemerintah Jepang ini. Maafkan aku.

Di tes tulis Monbu kemarin aku cukup menikmati waktu dengan beberapa teman baru, kurang dari sepuluh orang, dan itulah yang membuat kami semua cepat akrab. Sayang oh sayang, keakraban kami berhenti sampai di sana saja. Tidak seperti saat tes wawancara Monbu 2016, aku bahkan masih keep in touch dengan dua orang teman via sosial media.

Dan ya, untuk kali ini perjuanganku terhenti hanya sampai tes tulis. Aku tidak lolos untuk ke tes wawancara, aku memakluminya karena akupun tidak serius belajar h e h e.

  1. Tes B1 sebelum tengah tahun dan lulus

Bahkan ya, sampai detik ini aku masih belajar sampai tengah B1. Jadi… boro-boro, aku sejujurnya belum merasa sanggup dan siap. Tapi tunggu saja tahun depan, ya! I’ll be ready. *wink*

  1. Belajar bahasa Rusia

Kemarin itu aku sempat ikut suatu klub bahasa gitu, tapi berbayar karena pakai tutor walaupun tutornya masih seorang mahasiswa dan anak FIB juga. Tetapi karena ada suatu masalah pribadi dan ketidakcocokan jadwal, jadinya aku tidak melanjutkan belajar bahasa Rusia. Sampai saat ini aku masih tertarik untuk belajar bahasa unik ini, mungkin ke depannya aku akan minta diajari oleh seorang teman dari jurusan yang bersangkutan saja lah. Huft.

  1. Aktif di BLURadio

Selama satu tahun bergabung di tim On Air BLUR, aku sempat menjadi announcer Blur Belajar Budaya pada semester genap 2016, di Ladies Parking pada semester ganjil 2016, dan menjadi produser dari Diorama (Dua Jam Ngobrolin Asmara) selama dua semester.

Untuk di program kerja BLUR sendiri, aku bisa mengatakan bahwa aku cukup aktif. Tahun ini aku berkesempatan untuk membantu dengan menjadi sekretaris di Perjamuan Frekuensi 7, sekretaris Open Recruitment Frekuensi 8, contact person Bekal.fm 1 dan 2, dan bendahara seminar & talkshow Creativepreneur.

  1. Aktif dan tampil di Mata Mawar

Akhirnya aku tampil perdana teater, gengs. Akhirnya… walaupun hanya pementasan ala-ala, tetapi tetap saja. *inserts cries in happiness emoji here* Jadi, kemarin Mata Mawar diminta untuk tampil di penutupan Olimpiadi Geologi Indonesia di Museum Geologi pada akhir bulan November 2016. Dan aku diberi kesempatan oleh ketua Mata Mawar yang saat itu menjabat, dan juga sebagai asisten sutradara untuk menjadi pemeran utama di pementasan yang berjudul “Arah Mata Angin”. Di sana aku menjadi Timur alias Indonesia. Lucunya, saat di atas panggung ada peserta lomba aka penonton yang mengiraku sebagai seorang lelaki. Ah, sebegitu maskulinnya kah aku? Pfft.

Beberapa waktu lalu, aku juga sempat mewakili Mata Mawar yang diundang di acara Natal KBK FIB Unpad 2016. Membacakan puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul Kerendahan Hati.

Mata Mawar kemarin-kemarin sempat dibilang ‘vakum’, tidak juga sih hanya saja pamornya cukup menurun. Apalagi Theatron tahun ini tidak bisa dilaksanakan, padahal itu merupakan acara tahunan. Jadi, semenjak Triani terpilih menjadi Ketua Mata Mawar, aku dan Iqbal (sebagai anggota Mata Mawar 2015 aktif yang tersisa) memiliki tekad untuk bersatu dalam kekuatan penuh (?) #apasihzhin untuk menaikkan lagi pamor Mata Mawar, sebagai salah satu UKM Seni di jurusan. #MataMawarReborn

Jadi, tunggu saja ya di tahun 2017 ini. Tunggu saja. Kami punya banyak kejutan spektakuler. 😉

  1. Ikut kepanitiaan di tingkat Universitas

Aku daftar satu kepanitiaan tingkat universitas, dan ditolak. Setelah itu saat kegiatannya akan dimulai, mereka malah mencari volunteer. Kan kzl y.

  1. Kuis nggak ada di bawah 75, minimal nilai B

Ngg… yang ini, sepertinya sih nggak ada? Tapi, entahlah. Lihat hasil akhir saja lah di PAUS ID beberapa minggu lagi, h u h u.

  1. Write and speak Deutsch regularly

Untuk berbicara sejujurnya aku kurang sih, apalagi dalam kehidupan sehari-hari masih cukup banyak yang mengiraku congkak jika berusaha untuk belajar membiasakan diri berbicara dengan Bahasa Jerman. Tetapi, thanks to mata kuliah Kreatives Schreiben aku jadi cukup terbiasa untuk menulis fiksi berbahasa Jerman. Walaupun hanya tulisan-tulisan remeh nan sederhana, tapi aku senang?! Ya.. kesenangan pribadi sih. Dan, tulisanku yang Die Schwarze Rose (https://deineschatzi.wordpress.com/2016/09/17/die-schwarze-rose/) dimuat di Vokuhila (buletin Sastra Jerman Unpad) volume 2, lho!

  1. Baca buku di list buku Mario minimal 5

Hab noch nicht Lust zum Lesen. 😦

  1. Have such healthy hair

Di penghujung tahun sih, rambutku sudah mulai benar dan cukup sehat. Tetapi, sebelum-sebelumnya? Ah, walaupun di awal tahun aku sempat memotong rambut dengan rencana mendapatkan rambut indah nan sehat di kemudian hari, tetapi mewarnai rambut sangat adiktif, kawan-kawan. Waspadalah!

  1. Dye my hair turquoise

Jadi, tahun ini aku sudah mengecat rambut beberapa kali. Hijau, pink dan black blue, blonde, dan tosca ngak jelas gitu. Yang terakhir, aku ngecatnya beneran sendiri lho! Berantakan sih, tapi… biarin lah yang penting warnanya mendekati tosca dan banyak yang bilang bagus, he.

  1. Lose weight, till 55kg

Ng… bodo ah, yang penting happy. *cries*

  1. Do jogging sometimes

Ng…………………. nah.

  1. Write once in two weeks for the blog

Kayaknya ya, kayaknya. Tapi, asa masih sering bolong-bolong gitu deh tergantung mood ngeblognya. Janji deh janji tahun depan lebih produktif nulis dan rajin muncul di blog! Apalagi bagian beauty ya, review baru sebiji doang ih. Malu.

  1. Ikut training reporter di BLUR

Ini karena kemarinan suka sok sibuk, akhirnya lupa kalau jadwal training frekuensi baru udah mulai. Jadinya, nggak ikutan. Tapi gpp, gpp. Kenapa gpp? Bukan aku kehilangan minat untuk belajar jadi reporter tetapi aku diterima di BEM Gama FIB Unpad departemen Media dan Informasi dong. Trus hubungannya apa? Ya, aku ditempatkan di divisi Kabar Budaya jadi Reporter. So… nanti pasti akan ada pelatihannya dan akan ada kesempatan untuk learning by doing, yeay!

  1. Read books auf Deutsch minimum 3

Balik lagi ke nomor 10 coba.

  1. Save up daily 5k or 200k monthly
  2. Hemat!

Pa, Ma.. maafkan anakmu ini yang masih boros parah. Apalagi kalau liat diskon, suka kalap sendiri. H u h u.

  1. Had a proper plan for Singapore or Thailand trip on 2017

Aku sudah punya rencana kok. Bagaimana? Nanti saja ceritanya kalau sudah terlaksana. Thailand, tunggu aku, ya! 😉

  1. Aktif di SEMPAK aka SEPENA

What makes me sad is that… belakangan ini SEPENA sepi. Lupa sejak kapan, tapi sepertinya semenjak yang pada aktif menjadi semakin sibuk, keadaan di grup dan OA menjadi amat sepi. Sedih. Rindu sekali.

Tahun ini aku berkesempatan untuk bertemu beberapa anak SEPENA. Bulan Februari saat wisudaan Kak Indri, aku bertemu dengan Abang, Kak Sherly, dan Arby. Bulan April, aku bertemu Shelley, Killa dan Irza. Saat masih sering menginap di kosan Kak Indri di daerah RSHS, aku pertama kalinya bertemu Kak Fikri, Pam, lalu juga ada Billy, Ary dan beberapa anak NDI yang sekarang bergabung di SEPENA. Pada bulan Ramadhan, SEPENA BATAGOR sempat mengadakan buka puasa bersama. Saat itu aku bertemu dengan Mas Gulang, Galih, lalu siapa lagi yha h e h e lupa. Kemarin saat di Jogja aku bertemu Mbak Aam (yang sangat menggemaskan), Mas Tebo, Aldo dan Tejo (yang dulu sempat bergabung di SEPENA dan sekarang menjadi teman satu kontrakan Raffy). Yah, tahun ini aku bertemu dengan cukup banyak orang lah, hahaha. Dan aku senang mengenal dan bertemu mereka, amat sangat senang.

  1. Give surprises to family

Mama doang kayaknya yang paling sering dapat sesuatu dari aku hahaha ya gimana dong, karena belum pernah pacaran jadinya bingung mau kasih apa ke anggota keluarga yang cowok. #alasan

  1. Have more comfy room

Semenjak pindah kosan, keadaan kamarku menjadi 180 derajat lebih nyaman! Walaupun masih berantakan, hehe.

  1. Jelajah Bandung

Aku nggak bisa bilang aku sudah menjelajahi Bandung, sih. Soalnya gimana ya.. kesibukan di Jatinangor cukup padat. Dan yang aku sampai detik ini tidak mengerti adalah… ketika ada uang, waktu yang tidak ada. Vice versa.

  1. Meet Bibi, Dea, and Sasa

Akhirnya setelah dua tahun tidak berjumpa, kami bertemu lagi. Aku pergi ke BSD, karena di situlah Bibi, Dea dan Sasa sedang berada. Sebelum Sasa kuliah ke Jerman dan Bibi lanjut kuliah di London, akhirnya dengan bekal secukupnya aku pergi ke BSD seorang diri. Dan di situ aku merasa cukup bangga bisa pergi seorang diri dari Jatinangor menuju BSD, walaupun kerjaanku hanya duduk manis di travel saja. E h e.

  1. Be more confident

Aku bangga dengan diriku saat ini. Aku menjadi pribadi yang lebih percaya diri daripada aku di tahun sebelumnya. Coba bayangkan, sekarang aku presentasi di depan kelas dengan perasaan yang lebih tenang walaupun terkadang masih cukup sering juga deg-degan karena belum terlalu menguasai materinya. Aku sudah beberapa kali tampil di depan umum mewakili Mata Mawar, dengan perasaan deg-degan karena takut tidak maksimal, bukan takut dilihat oleh berpasang-pasang mata. Wah, aku senang menceritakan ini. Tumben bukan aku merasa bangga dengan diriku sendiri, he. Saat Literaturnachmittagfilm ketiga aku menjadi seorang MC untuk pertama kalinya! Setelah gagal menjadi MC di ospek jurusan yang tahun ini gagal dilaksanakan. Pengalaman selanjutnya bagiku menjadi MC adalah ketika Debat Terbuka Calon Ketua dan Wakil Ketua HIMASAD 2017. Ah.. walau menurutku masih berantakan, tapi aku berani. Akhirnya. Kawan-kawan aku berani berbicara di depan umum!! *lebay*

Ketika mewawancarai bintang tamu yang datang ke BLUR pun aku menjadi lebih percaya diri, begitu pula ketika aku yang diwawancarai untuk suatu kegiatan yang akan kuikuti. Bahkan di BEM, aku ditempatkan sebagai host dari video liputan Kabar Budaya.

Saat aku merasa kurang percaya diri lagi, beberapa orang malah menitipkan kepercayaan mereka padaku. Di situ aku menjadi lebih percaya diri lagi, dan akan kutunjukkan pada mereka bahwa aku tidak akan mengecewakan kepercayaan yang telah mereka titipkan tersebut.

  1. Be more active on classes

Aku akui di semester 2 dan 3 ini aku menjadi lebih aktif dalam proses belajar mengajar di kelas, aku cukup sering bertanya dan menjawab ketika ada dosen di kelas. Aku pun sering menjawab sebisaku tanpa takut salah, dan hal tersebut bagiku merupakan suatu peningkatan signifikan. Tetapi aku tidak akan berada pada posisi stagnan, I’ll be better.

  1. Join HIMASAD

Jadi selama setahun kemarin itu aku bergabung dengan HIMASAD sebagai salah seorang staff di Departemen Pendidikan. Kepala departemenku namanya Kak Wisnu, orangnya nyebelin parah HAHAHAHAHA canda deng, tapi engga juga deng bagian nyebelinnya beneran wk.

Pertengahan tahun lalu aku menjadi delegasi perwakilan HIMASAD untuk IMBSJI, dan sekaligus menjadi Koordinator Cabang Unpad untuk IMBSJI. Di sana aku berkenalan dengan delegasi-delegasi dari 10 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam IMBSJI, ah. Rindu kongres, walaupun menyebalkan dan penuh tantangan serta perjuangan. *lebay*

Lalu, di akhir tahun ini aku menutup kontribusiku di HIMASAD demi sesuatu yang lebih baik, tapi…tapi…tapi…. HAHAHAHAAHAHAHAHA lupakan saja. :)) Kalau yang ingin tahu cerita lebih lengkapnya, mungkin aku bisa menceritakannya secara personal saja. Intinya, di tahun 2017 ini aku memutuskan untuk berkontribusi pada jurusan dengan jalur lain saja.

  1. Buat pembukuan kas

Boro-boro… aku mengatur jadwal tidur saja cukup berantakan, jadi… yha…

  1. Buat ATM BNI (khusus tabungan)

Sudah dong! Dan tabunganku saat ini sudah…. tit—tit—tit *sinyal menghilang*

  1. Don’t overthink

Aku mencoba untuk menjadi lebih kalem dalam menghadapi masalah, walau yha bagaimana overthinking ini datang begitu saja tanpa aku undang. Tapi, pegang kata-kataku, aku akan terus berusaha untuk menjadi versi diriku yang lebih baik dari saat ini.

  1. Donate blood (without fainting)

Ceritanya Blutspender bulan November kemarin aku ingin mendonor darah, tetapi semesta tampaknya belum mengizinkan.

  1. Visit Jogja or Malang by train

Kemungkinan besar saat tulisan ini mulai terpampang di blog, aku sedang menikmati kota Jogja setelah perjalanan selama 8 jam seorang diri dari Bandung dengan kereta api. Aku selalu suka bepergian dengan kereta, entah bagaimana caranya itu membuatku bahagia walaupun terkadang menyebalkan dan kurang nyaman. Karena tulisan ini merupakan draft yang aku tulis sebelum tanggal 31 Desember, jadi aku akan menceritakan sedikit tentang pengalamanku naik kereta dari Bandung ke Jogja dan sebaliknya, dalam rangka Kongres IMBSJI X.

Bandung – Jogja : ini perjuangan panjang. Aku dan Kak Ilmi harus ‘menginap’ selama beberapa jam di Masjid Raya terdekat dari Stasiun Bandung, sebelum akhirnya kami mengungsi ke rumah salah seorang teman di Cihampelas. Perjalanan dari Bandung ke Jogja sendiri baik-baik saja tanpa halangan, dan bayangkan seberapa bahagianya aku saat itu. Naik kereta. Ke Jogja.

Jogja – Bandung : kali ini aku tidak pulang naik kereta bisnis melainkan naik kereta ekonomi. Wow, perjalanan jarak jauh naik kereta ekonomi. Mantap djiwa, kan? Aku kembali ke Bandung tidak bersama Kak Ilmi, melainkan bersama Aldi, salah seorang delegasi dari UPI yang juga merupakan seorang ‘teman’ saat Nationale Deutsche Olympiad 2014. Kami tidak duduk bersebelahan, gaes. Jauh dari ekspektasi kami lah pokoknya perjalanan saat itu. Tapi kami berdua berhasil melewati 8 jam berjauhan dan tiba di Stasiun Kiaracondong subuh-subuh. Good times.

Mungkin cerita lengkapnya mengenai Kongres IMBSJI X, perjalananku naik kereta jarak jauh pertama kalinya, dan seminggu mengunjungi Jogja akan aku ceritakan pada tulisan lainnya. Mungkin, ya, mungkin.

  1. Write more letters to Germany

Tahun 2016 ini aku hanya mengirimkan satu surat ke Jerman, yaitu untuk Sarah pada saat ulang tahunnya. Hanya itu, itupun telat. Payah, kan? Pfft.

  1. Read more. Start to read again

Balik lagi ke nomor 17 coba.

  1. Jadi ‘anak’ seorang dosen e h e

Tampaknya aku kurang berbakat untuk menjadi ‘anak’ dari dosen-dosen, soalnya ya… bagaimana ya. Tau sendiri kan, aku anaknya masih suka tergantung mood gitu kalau belajar, dan begitu juga di kelas. Lagipula aku sering skip kelas juga kalau sedang malas, lelah, atau berjuta alasan lainnya. Ya…. begitu. Tapi…. nilai aman kok. *alasan just in case keluarga gue ada yang baca, hehehehehehe*

  1. Keep in touch with friends. Old friends

Masih, kok. Dan nomor 37 ini akan terus ada di list ‘resolusi’ Zhinta tiap tahunnya.

  1. Go to the club and try alcohol

Ini iseng aja sih, cuma ya namanya penasaran?! Masa nggak boleh? Namanya juga… mumpung masih muda. Huft.

  1. Be kind

Aku berusaha.

  1. Be brave

Aku lebih berani daripada aku di tahun sebelumnya.

  1. Be polite

Aku belajar untuk menjadi sopan ketika itu membawa nama suatu lembaga, merepresentasikan suatu lembaga, kepada orang yang aku hormati dan aku tuakan. Aku belajar, untuk menjadi lebih sopan dan lebih profesional.

  1. Makin rajin. Jangan mager!

Yang ini sejujurnya belum sih. Apalagi aku masih tipe yang super duper mager.

  1. Smile more!

Belakangan ini aku lebih banyak tersenyum, kok, walaupun palsu dan dipaksakan.

  1. Laugh more!

Sebagai yang dianggap ‘receh’ di kaumnya (?) #apasihzhin aku sangat amat mudah menertawakan sesuatu, dalam artian menurutku itu lucu. Bukan menertawakan dalam artian buruk lho ya. Sayangnya, aku sering merasa bahwa tawaku itu kosong dan hampa. Tidak ada makna dan arti bagi diriku, lewat begitu saja.

  1. Buy another fabulous boots

Lupa, ih. Tapi tahun depan mau beli boots hitam tinggi pokoknya mah.

  1. Jangan keseringan jajan

Teori Zhinta : semakin lama kamu di kampus, semakin banyak uang yang kamu habiskan.

  1. Biasakan bangun pagi, walau tidur telat

Bangun pagi masih belum menjadi kebiasaanku sayangnya. Tapi, tidur telatlah yang sekarang ini menjadi temanku.

  1. Pikirkan mau masuk Lite atau Lingu
  2. Pikirkan tema skripsi

Wahaha? Gimana coba gimana? Boro-boro ini mah, yha lord. Baru belajar Einführung in die Literaturwissenschaft dan Sprachwissenschaft saja sudah lieur tujuh keliling. Sejujurnya aku berusaha amat keras untuk jatuh cinta pada Linguistik, juga. Sayangnya masih sulit, tapi aku masih merasa bahwa Linguistik cukup menarik, kok. Walaupun ya… tidak semenarik Literatur, bagiku yang memang menginginkan jurusan ‘sastra’ sejak kelas XI SMA.

  1. Searching for scholarships

Hm… paling tahun 2017 ini aku akan kembali mencoba Monbu for Undergraduate untuk yang terakhir kalinya. Dan aku mengincar beasiswa Sommerkurs dari DAAD juga sih. Untuk beasiswa lain, aku belum terpikirkan. But then always remember… if there’s a will, there’ll be a way!

  1. Thinking about au pair

Sepertinya aku baru disetujui untuk melakukan au pair setelah lulus kuliah nanti, soalnya kata Papa… fokus ke kuliah dulu saja. Ya sudah, aku bisa berkata apa? Aku ingin au pair di Köln, kota impian keduaku setelah London sebelum Coppenhagen.

  1. Kalau ke kampus jangan kayak gembel

Hahahahahaha nyadar nggak sih, nomor 52 alias yang paling terakhir ini merupakan ‘resolusi’ yang paling ngawur? Saat baca setelah sekian lama saja aku masih sering menertawakan bagian ini. Habisnya… konyol aja gitu, sampai ditulis sebegitunya. Tapi benar adanya bahwa tahun 2015 lalu aku sering ke kampus terlihat seperti ‘gembel’, mana jarang mandi pula kalau kelas pagi *walau sekarang pun masih begitu h e h e* syukurnya nih ya, semenjak tahun 2016 kadar ‘kegembelanku’ berkurang. Sedikit. Tidak banyak. Yang penting ada perubahan, bukan? Walau tidak signifikan HAHA.

Btw semenjak tahun 2016 juga aku mulai tertarik dengan dunia make up dan akhirnya ‘agak’ kecanduan. Parah. Racun. Adiktif. Jangan sampai jatuh ke pelukannya! Aku ingatkan, haha. Nggak deng, bercanda. Tidak seperti itu. Walaupun racun begini, tapi setidaknya make up dapat membuatku bahagia entah bagaimana caranya. Dan aku menemukan teman-teman yang memang make up enthusiast. Lumayan, kan. Menambah relasi gitu, karena ada aja gitu yang menganggapku kurang luas lingkaran pertemanan dan relasinya. Dia nggak tau aja sih. *wink* *wink*

 

Yak… sekian. 52 nomor yang ada di list tahun 2016 ini, beserta sedikit cerita apakah aku berhasil dengan apa yang aku telah harapkan pada tahun sebelumnya. 10 halaman lho… lebih dari 3000 kata. Ngetiknya capeque, sumpah. Tapi bahagia, tapi senang. Soalnya aku sekalian bisa refleksi ulang mengenai satu tahun yang terlewati dengan penuh perjuangan dan tumpah darah. *lebay lagi*

Dan oh iya, selama beberapa waktu ke depan sampai aku kembali ke Jatinewyork, sepertinya aku tidak akan menggunggah sesuatu di blog. Dikarenakan aku tidak membawa laptop ke rumah, h e h e. Pulang perdana hanya bawa ransel sebiji doang nih, cyin. Tapi jangan khawatir akan merindukan tulisanku #apasihzhin karena aku akan mengikuti challenge #30haribercerita di instagram! So, stay tune di instagram aku yaaa @deine.schatzi (https://www.instagram.com/deine.schatzi/) 😉

Segitu saja deh, kututup untuk kali ini. Semoga ke depannya aku bisa menjadi jauh lebih baik lagi dari aku sebelumnya. Harus. Wajib. Kudu.

Semangat!

Sekali lagi, happy happy happy happiest new year you all!

Deine Schatzi.

PS : untuk foto-foto terkait akan aku update secepatnya, ya. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s