Setangkai Mawar Biru, Cokelat Hati dan Pesan yang Dibawanya

 

Teruntuk FN yang mengirimiku sekuntum bunga mawar biru dengan sebutir cokelat berbentuk hati dan sebuah pesan manis melalui acara Flowers Day, siapapun dan dimanapun dirimu..

Terima kasih.

Ini bunga pertama yang aku dapatkan dari seseorang yang hanya meninggalkan jejak inisialnya. Bukan, bukan hanya itu. Ini bunga pertama yang aku dapatkan selain dari teman-teman terdekatku. Aku menghitungnya begitu, dan masih menganggapnya spesial. Mungkin, mungkin kita berteman atau saling mengenal. Entahlah, aku tidak yakin. Tetapi kamu memilih untuk hanya memberitahuku inisialmu, dan membiarkanku menerka-nerka dengan tanda tanya yang begitu besar di kepala. Mengapa?

Terima kasih.

Telah mengatakan bahwa aku cantik. Tidak banyak yang pernah mengatakannya kepadaku. Kalimat pertama dalam pesanmu sejujurnya membuatku cukup tersipu dan malu. Apakah iya memang begitu?

Terima kasih.

Karena memperhatikan sebegitunya sampai tau kalau hal kecil bisa membuat hariku berantakan. Hal ini membuatku menebak-nebak, jika kita saling mengenal dan cukup dekat? Maaf, jika hal tersebut membuat dirimu terganggu, sampai bertanya begitu. Aku hanya sedikit moody, atau mungkin bukan sedikit lagi.

Di kalimat ketiga terakhir kamu menuliskan dua pertanyaan dan satu pernyataan.

Yang pertama, apakah aku salah? Tidak. Tulisanmu sebelumnya yang menyatakan sesuatu tentang diriku tidaklah salah. Aku cukup sadar jika memang adanya aku seperti itu. Terima kasih sudah mengingatkan kembali.

Selanjutnya, kamu bertanya siapakah dirimu. Aku mempunyai dua asumsi untuk pertanyaan ini, antara kamu menanyakan status dirimu di situ sebagai siapaku yang berhak berkata seperti itu atau kamu ingin membuatku menebak dan mencari tau siapakah orang yang mengirimkan bunga, cokelat, dan pesan ini.

Pesanmu ditutup dengan suatu pernyataan, yang juga tidak banyak orang pernah mengatakannya kepadaku. Tidak banyak. Bahkan bisa dihitung jari, bahkan.

Ich liebe dich.

Aku, tidak bisa berkata banyak mengenai pernyataan sekaligus penutup pesanmu melainkan hanya bisa berterima kasih. Atas setangkai mawar biru, atas sebutir cokelat berbentuk hati, atas rangkaian kata yang tertulis di selembar kertas mungil berwarna biru muda, dan atas pernyataan tersebut.

Terima kasih, lagi.

Sekitar pukul 11 pagi tadi, aku mendapat sebuah pesan dari nomor tidak dikenal. Dengan isi yang cukup membuatku mengernyitkan dahi dan memecah konsentrasi yang sedari tadi aku pusatkan untuk belajar UTS Einfuehrung fuer die Sprachwissenschaft. Intinya, ada seseorang yang mengirimkanku bunga melalui acara Flowers Day yang diadakan oleh Fakultas sebelah.

Sehari sebelumnya, Triani sempat menanyakan hal yang sama kepadaku. Jadilah sebelum membalas pesan tersebut aku bertanya dahulu padanya. Kurang lebih, aku menanyakan perihal apakah dia yang mengirimkanku bunga tersebut. Katanya, tidak.

Dan, aku menjadi bertanya-tanya. Siapa?

Tanda tanya di kepalaku menjadi semakin besar saat bunga tersebut sudah berada di genggamanku. Lengkap dengan sebutir cokelat berbentuk hati dan selembar kertas mungil berwarna biru muda yang terselip di plastik pembungkus mawar biru tersebut.

Inisial di pojok kanan bawah kertas menangkap perhatianku seketika, saat aku baru mulai membaca tulisan yang ada di kertas biru tersebut. FN. Aku berusaha mengingat-ingat semua nama teman dan kenalan yang memungkinkan dan memiliki kaitan dengan kedua huruf tersebut. Perempuan atau laki-laki? Teman sejurusan, kah? Teman seangkatan, kah? Siapa?

Isi pesan tersebut dituliskan dengan bahasa Jerman. Diawali dengan sapaan, dear zhinta nareswari. Ah! Aku sebenarnya gemas ingin mengomentari penulisan namaku yang tidak diawali dengan huruf kapital. Tapi, isi dari pesan tersebut setelahnya membuatku lebih dahulu terenyuh. Ini interpretasiku (yang dibantu translate juga oleh seorang teman dekat dari Jerman) akan pesan tersebut, pesan yang asli dalam bahasa Jerman biar aku saja yang tau, ehe.

Dear Zhinta Nareswari,

you’re naturally beautiful. You should be the most beautiful in your world. You don’t have to question that. I ask myself, how can a little problem ruins your beautiful day. You try so hard, you look for something’s gone from you until you forget to appreciate and develop what you already have. Am I not wrong? Who am I? Ich liebe dich.

FN

Dan aku sampai saat ini masih belum memiliki satupun clue.

Advertisements

5 thoughts on “Setangkai Mawar Biru, Cokelat Hati dan Pesan yang Dibawanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s