Makalah UAS Semester II Deutsche Kulturgeschichte

Perkembangan Kegiatan yang Dilakukan Masyarakat di Jerman dalam Mengisi Waktu Luangnya dari Masa Romawi Kuno sampai Masa Sekarang

(Gemeinschaftsentwicklungsaktivitäten in der Freizeit vom Alten Röm bis zur Gegenwart in Deutschland)

Disusun untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Deutsche Kulturgeschichte

Dosen:

Dra. Damayanti Priatin

logo-unpad1

Disusun oleh :

Luh Manik Sinta Nareswari    180810150074

Khalisha Tyastika Firsada       180810150064

Triani Doloksaribu                     180810150084

SASTRA JERMAN

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2016

BAB I

Pendahuluan

  • Latar Belakang

Dalam bahasa Jerman, kata Freizeit pertama kali muncul pada abad ke-14 yaitu pada abad pertengahan akhir dalam istilah hukum ,,frey zeyt”. Frey zeyt menggambarkan periode perdamaian pasar, di mana pada masa itu keamanan dijamin dari semua jenis kekerasan dan gangguan, termasuk dari langkah-langkah resmi seperti penangkapan dan surat panggilan bagi wisatawan dan pengunjung. Frey zeyt hanya memiliki sedikit hubungan dengan konsep kontemporer rekreasi atau Freizeit, tetapi bersifat sangat mirip dengan kesepakatan kolektif modern dalam undang-undang tenaga kerja.

Pada tahun 1823 seorang pendidik bernama Friedrich Fröbel menciptakan pengertian modern tentang waktu luang sebagai waktu tidak bekerja, dan ia menggambarkan waktu tersebut sebagai „zur Anwendung nach ihren persönlichen und individuellen Bedürfnissen freigegeben“, yang memiliki arti “dirilis untuk digunakan setelah kebutuhan pribadi dan individual”. Tahun 1865 untuk pertama kalinya istilah Freizeit muncul dalam kamus bahasa Jerman karya Daniel Sanders. Dalam Duden Rechtschreibung kata rekreasi dan waktu luang muncul dalam direktori ejaannya pada 1929 dan dideskripsikan sebagai berikut: “(1) waktu di mana seseorang tidak perlu bekerja, memiliki kewajiban tidak tertentu; untuk hobi atau rekreasi gratis waktu tersedia; (2) [hari] Rapat untuk kelompok dengan kepentingan umum “.

Freizeit atau waktu luang dalam bahasa Indonesia memiliki beberapa definisi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), waktu /wak·tu/ nomina, adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Sedangkan luang /lu·ang/ adjektiva, adalah lowong (tidak dihuni, ditempati, dan sebagainya); kosong; dan juga dapat memiliki arti senggang; tidak sibuk. Jadi, dapat disimpulkan bahwa waktu luang memiliki definisi sebagai suatu keadaan senggang yang dimiliki oleh seseorang.

Freizeit atau waktu luang mengalami perkembangan dari masa ke masa, mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut terjadi di seluruh dunia, dan yang akan dibahas di makalah ini mengenai perkembangan kegiatan yang dilakukan masyarakat Eropa, khususnya di negara Jerman, pada saat memiliki waktu luang. Kegiatan-kegiatan tersebut bermula dengan menghabiskan waktu luang di luar rumah dan melakukan kegiatan-kegiatan outdoor di masa Alten Röm, hingga pada masa sekarang ketika teknologi mulai mendominasi. Oleh karena itu, kami memilih “Perkembangan Kegiatan yang Dilakukan Masyarakat di Jerman dalam Mengisi Waktu Luangnya dari Masa Romawi Kuno sampai Masa Sekarang” atau dalam bahasa Jermannya ,,Gemeinschaftsentwicklungsaktivitäten in der Freizeit vom Alten Röm bis zur Gegenwart in Deutschland” sebagai judul makalah karena fokus pembahasan akan meliputi perkembangan kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat di Jerman untuk mengisi waktu luangnya pada masa Romawi Kuno, abad pertengahan, abad ke-19, abad ke-20 sampai saat ini.

  • Rumusan Masalah
  1. Apa yang dilakukan orang-orang Jerman saat waktu luang pada masa Alten Röm atau Romawi lama?
  2. Apa yang dilakukan orang-orang Jerman saat waktu luang pada masa Mittelalter atau abad pertengahan?
  3. Apa yang dilakukan orang-orang Jerman saat waktu luang pada masa Jahrhundert atau abad ke-19?
  4. Apa yang dilakukan orang-orang Jerman saat waktu luang pada masa Jahrhundert atau abad ke-20?
  5. Apa yang dilakukan orang-orang Jerman saat waktu luang pada masa sekarang?
    • Tujuan
  6. Untuk mengetahui yang dilakukan orang-orang Jerman saat memiliki waktu luang pada masa Alten Röm atau Romawi lama.
  7. Untuk mengetahui yang dilakukan orang-orang Jerman saat memiliki waktu luang pada masa Mittelalter atau abad pertengahan.
  8. Untuk mengetahui yang dilakukan orang-orang Jerman saat memiliki waktu luang pada masa Jahrhundert atau abad ke-19.
  9. Untuk mengetahui yang dilakukan orang-orang Jerman saat memiliki waktu luang pada masa Jahrhundert atau abad ke-20.
  10. Untuk mengetahui yang dilakukan orang-orang Jerman saat memiliki waktu luang pada masa sekarang.

BAB II

Pembahasan

2.1 Alten Röm atau Romawi Lama

Orang Romawi tidak hanya terkenal sebagai seorang orator yang handal, tetapi mereka juga membawa suatu budaya yang sangat berkembang. Banyak orang Romawi di Mediterania menghabiskan sebagian besar waktu luang mereka dengan tidak berada di rumah, tetapi di jalan dan di tempat-tempat umum, misalnya di sekitaran gedung-gedung publik. Mereka mengoceh, merayakan serta bermain-main. Permainan yang mereka lakukan di jalan bukanlah permainan dadu, karena hal tersebut dianggap sebagai perjuangan dan dilarang pemerintah. Tetapi, di rumah-rumah atau di bar sering ditemukan orang-orang yang bermain permainan dadu atau yang biasa disebut dengan Tali.

Selain bermain permainan dadu dan permainan papan (boardgames), orang Romawi banyak yang menghabiskan waktu luang mereka dengan menonton perkelahian gladiator dan menonton balapan kereta perang Romawi. Gladiator adalah petarung bersenjata yang melakukan pertarungan untuk menghibur para penonton di Republik Romawi dan Kekaisaran Romawi. Mereka bertarung melawan sesama gladiator, binatang buas dan narapidana.

Kunjungan ke pemandian umum juga merupakan salah satu hal favorit yang dilakukan orang-orang Romawi pada waktu luangnya, karena sebagian besar rumah di Romawi pada saat itu tidak dilengkapi dengan fasilitas air, maka dibuatlah pemandian umum sebagai tempat perawatan tubuh pertama dan yang utama. Pada zaman kekaisaran, Kaisar membiayai segala peralatan dan fasilitas sehingga bisa menampung sebanyak 1600 pengunjung pada saat yang bersamaan. Di dalam pemandian umum tersebut, dapat juga digunakan sebagai tempat pertemuan orang-orang yang  mencari pengalihan dari rutinitasnya atau yang sedang ingin berada dalam suasana santai tanpa harus memikirkan hal-hal penting. Terdapat juga banyak kamar ganti dengan peralatan untuk mandi yang sebenarnya. Di luar tempat tersebut yang masih berada di sekitaran pemandian umum terdapat juga taman, tempat olahraga, tempat bermain, perpustakaan dan juga museum yang tersedia untuk orang-orang yang ingin menghabiskan waktu luangnya selain di tempat pemandian umum.

2.2 Mittelalter atau Abad Pertengahan

Waktu luang bagi orang-orang pada masa Mittelalter merupakan suatu yang berharga, karena jarang mereka dapatkan. Jumlah waktu luang yang mereka milikipun tergantung dengan musim, karena mereka bekerja dari matahari terbit hingga matahari tenggelam. Sehingga di musim panas, ketika matahari bersinar lebih lama daripada saat musim dingin, mereka harus bekerja lebih lama dan hanya memiliki sedikit waktu luang. Oleh karena itu karena kondisi kerja dan kehidupan yang keras, ketika mereka memiliki sedikit waktu luang akan dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan cara bermain, mengunjungi festival, merayakan perayaan keagamaan, mengunjungi guest house, dan berburu.

  a. Spiele atau Permainan

Permainan tidak hanya dimainkan oleh anak-anak saja pada saat waktu luang, bahkan yang mengejutkan pada masa Mittelalter permainan dimainkan pada umumnya oleh orang dewasa, dan karena sumber daya yang terbatas, banyak imajinasi unik yang muncul dalam penciptaan permainan.

  1. Brettspiele – Permainan Papan
  • Alquerque

Perintis permainan perempuan ini memiliki banyak nama, namun populer dengan nama Alquerque. Permainan dengan dua belas ubin hitam dan putih pada titik persimpangan dari lima horizontal dan vertikal serta enam garis-garis diagonal dan memiliki tujuan untuk menghilangkan semua potongan-potongan yang dimiliki lawan bermain ini berasal dari Timur Tengah.

  • Backgammon

Permainan yang memiliki varian bernama Tric Trac ini populer hanya di kalangan bangsawan, tujuannya untuk menjadi yang paling cepat dalam mencapai dua belas titik target. Koin digunakan untuk menandai jika sudah mencapai poin.

  • Byzantinischen Schach – Catur Bizantium

Merupakan varian catur yang papannya berbentuk lingkaran, dan berasal dari Byzantium. Papan catur terdiri dari 64 kotak dan dibagi-bagi menjadi empat bagian, di mana dua bagian papan tersebut diisi oleh bidak catur kedua pemain saat awal permainan.

  • Mühle – Mill

Permainan mill ini sudah ada sejak zaman perunggu kuno dan masih cukup populer dimainkan pada masa Mittelalter.

  • Schach – Catur

Catur adalah salah satu dari tujuh kebajikan ksatria. Nama yang digunakan di Jerman adalah Schachzabel. Karena popularitas tinggi, banyak teks dengan mengacu pada permainan catur ada di abad pertengahan: disebut catur alegori.

  • Hnefatafl atau Tablut

Permainan yang populer dimainkan untuk dua orang ini bertujuan untuk menaklukan raja gambar, atau menghancurkan pertahanan mereka dan mengalahkan lawan. Setiap sisi dapat bergerak secara bergantian sejauh dan dapat menangkap gambar lawan, dikelilingi oleh dua batu sendiri.

  1. Kartenspiel – Permainan Kartu

Permainan kartu seperti Einundzwanzig, Rouge et Noir, dan Baccarat yang sampai saat ini masih bisa kita temukan dimainkan di kasino merupakan permainan kartu dari zaman ini.

  1. Kinderspiel – Permainan Anak-anak

Anak-anak tidak bermain permainan papan maupun permainan kartu, mereka bermain Steckenpferde aus Schweineblasen gefertigte Bälle atau Murmeln und Reifen. Tapi perlu diketahui bahwa kebanyakan mainan ini tidak diproduksi dengan bahan berkualitas tinggi, bahkan banyak yang hanya terbuat dari sarana sederhana seperti kandung kemih babi, kayu residu, dan kerikil. Permainan khas adalah das Knochenspiel atau permainan tulang, cara bermainnya adalah tulang harus dilemparkan ke atas dan dikumpulkan lagi pada saat yang bersamaan.

  1. Würfelspiel – Permainan Dadu

Permainan dadu pada masa ini sangat populer dan sangat disukai. Bahkan dadu pada masa ini tidak hanya memiliki 6 sisi, tapi banyak variasi.

  b. Feste atau Festival

Di samping hari Minggu dan perayaan-perayaan gereja, orang-orang merayakan perayaan untuk keluarga sendiri. Ada acara pernikahan, kelahiran, pembaptisan, dan acara keagamaan lainnya. Selain itu Karneval dan Handwerksfeste juga dirayakan sejak masa ini.

  c. Feiertage atau Perayaan

Perayaan Kristen yang terpenting bagi umat kristus pada masa ini adalah Weihnachten, Pfingsten, Ostern, dan Allerheiligen und Allerseelen.

  d. Gasthäuser atau Guesthouse

Guest house pertama beroperasi di daerah sekitar biara. Kemudian mereka menawarkan penginapan dan hal ini dikembangkan sepanjang rute perdagangan sehingga guest house menjadi booming dan didirikan semakin banyak di kota selama akhir abad pertengahan. Di guest house tidak hanya menyajikan bir dan anggur tetapi juga dapat menjadi tempat untuk bermain uang atau berjudi.

  e. Die Jagd atau Berburu

Berburu sudah menjadi bagian alami dari kehidupan. Tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan makanan dan menggunakan kulitnya sebagai bahan produksi pakaian atau selimut hangat.

  f. Märkte atau Pasar

Pasar tidak hanya sebagai tempat perdagangan dilakukan, tetapi merupakan tempat perputaran gosip-gosip seputar lingkungan.

2.3 19. Jahrhundert atau Abad ke-19

Jam kerja yang semula rata-rata sekitar 12-14 jam per hari, berubah menjadi 11 jam per hari sejak diberlakukannya undang-undang pabrik pada 1877. Semakin rendah jam kerja bagi tenaga kerja, semakin banyak pula waktu laung yang dimiliki, sehingga kesadaran untuk berekreasi pun mulai timbul. Rekreasi ini sebagian besar dikombinasikan dengan hiburan, makan malam, narasi, bernyanyi, mendaki, serta perayaan dan pameran. Pada babak ke-2 abad ke-19 mulai muncul berbagai macam klub, misalnya klub menembak, klub senam, paduan suara, dan asosiasi agama. Klub yang ditawarkan pun tidak hanya berkaitan dengan pendidikan, persahabatan, rekreasi dan hiburan, karena klub juga menjadi salah satu sarana penahan sosial dan representasi diri.

Melalui munculnya aksara di abad ke-19, buku dan majalah pun mulai didistribusikan ke masyarakat luas berbagai kalangan. Demikian membaca menjadi hal yang populer dan menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luang. Di saat yang bersamaan, Hausmusik, permainan papan dan permainan kartu yang pada masa Mittelalter sudah populer pun masih menjadi kegiatan yang disukai oleh orang-orang untuk mengisi waktu luangnya. Perempuan pun mulai terlibat dalam berbagai kegiatan seperti dalam bidang kerajinan, musik dan filantropi. Semenjak penemuan kereta api, hal ini membuka dunia baru bagi kaum borjuis, karena mereka bisa dengan mudah pergi ke suatu tempat yang jauh tanpa memerlukan waktu yang lama. Kemudian industri hotel mulai mengalami kemajuan, perjalanan merupakan suatu hak istimewa bagi orang-orang kaya sebagai suatu bentuk hiburan. Maka, liburan termasuk bagian mandi spa menjadi salah satu hal populer lainnya yang dilakukan oleh orang-orang pada abad ke-19.

2.4 20. Jahrhundert atau Abad ke-20

Semenjak diperkenalkannya jam kerja 8 jam per hari pada 1919, sejajar dengan urbanisasi dan privatisasi kehidupan sosial mulai dikembangkanlah industri hiburan. Sebelum perang dunia pertama bioskop, sirkus, pementasan tari, opera, operet, dan teater cukup populer. Media cetak yang memiliki ilustrasi atau majalah menjadi sumber utama visual dalam budaya umum, yang menyebabkan jumlah berlangganan jurnal bertambah menjadi dua kali lipat, membuktikan bahwa daya baca masyarakat sudah mulai naik pada saat ini. Media lainnya yang populer adalah radio, cukup banyak orang yang mengisi waktu luangnya sambil mendengarkan radio. Klub-klub olahraga seperti klub sepeda, klub sepakbola, klub hoki, klub ski, dan sebagainya mulai muncul sebelum perang dunia pertama tapi baru mengalami perluasan yang signifikan setelah terjadinya perang dunia kedua.

Organisasi-organisasi pemuda pun mulai bermunculan seperti 1905 Naturfreunde, 1913 Schweiz. Pfadfinderbund, 1924 Rote Pioniere, 1926 Rote Falken, 1932 Jungwacht, dan 1933 Blauring.

Pada tahun 1950an dan 1960-an selain hari libur yang semakin banyak dan hari Sabtu menjadi hari tidak bekerja, hal tersebut membawa pengaruh positif yakni peningkatan kemakmuran. Orang-orang mulai melakukan perjalanan liburan, pergi ke fasilitas rekreasi, mendengarkan radio, menonton televisi, dan para pemuda sering berkumpul, bereksperimen dengan inovasi dan ide-ide serta menciptakan bentuk baru dari hal-hal yang sudah ada dalam industri hiburan dan media massa.

Selain itu minat terhadap pengalaman olahraga ekstrim juga meningkat, pada saat yang sama beberapa kegiatan yang dianggap sebagai pekerjaan pada abad ke-19 seperti berkebun, memasak, dan mengurus tanaman mulai dianggap sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang. Kegiatan seperti gymnastik dan pelatihan juga dianggap sebagai kegiatan profesional rekreasi pada masa ini.

2.5 Masa Sekarang

Berdasarkan data yang dilansir badan statistika federasi Jerman DE Statis (Statistisches Bundesamt) melalui halaman website­-nya di destatis.de bahwa jumlah penduduk Jerman pada akhir tahun 2015 mencapai sekitar 81,9 juta jiwa. Melalui suatu penelitian yang dilakukan oleh website de.statista.com untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang paling sering dilakukan dan paling disukai oleh penduduk Jerman dalam mengisi waktu luangnya pada tahun 2015 lalu, diketahui bahwa 30,5% menjawab berkebun sebagai kegiatan mengisi waktu luang favorit. Disusul oleh berbelanja (26,6%) dan menjawab teka-teki (16,9%) pada posisi kedua dan ketiga. 14,3% memilih untuk makan di luar, 13,1% memilih untuk bermain komputer, 12,3% memilih untuk bermain permainan kartu, dan 11,6% memilih untuk menghabiskan waktu luangnya mereparasi barang-barangnya yang rusak tidak terlalu parah. Pada angka 10-5% orang-orang memilih berbagai kegiatan mengisi waktu luangnya yaitu pergi ke tempat kebugaran (fitness and gym), berpetualang, berenang, joging, sauna, bermain permainan papan (boardgame), senam, pergi ke diskotik atau klub, membuat kerajinan, berkirim email, menari, melukis dan menggambar, mereparasi barang yang rusak parah, spa, dan bermain sepak bola. Pada angka 5-1% orang-orang juga memilih berbagai macam kegiatan untuk mengisi waktu luangnya yaitu meminjam film, internet, mengendarai sepeda gunung, bersepeda, camping, bermain tenis, mengunjungi taman-taman, bermain ski, berkuda, bersepatu roda, memancing, naik gunung, bermain golf, bermain basket, dan menyelam. Sebagian kecil orang memilih permainan di air sebagai kegiatan untuk mengisi waktu luangnya.

Dapat di lihat di Jerman pada masa sekarang, berbagai macam kegiatan dilakukan dan disukai orang-orang untuk mengisi waktu luangnya. Mulai dari berkebun, berbelanja dan memecahkan teka-teki sebagai yang paling favorit. Maupun kegiatan permainan air yang tidak terlalu disenangi. Dengan adanya teknologi yang mendukung, memungkinkan di masa depan nanti akan muncul semakin banyak inovasi-inovasi baru berbagai kegiatan menarik untuk mengisi waktu luang bagi masyarakat Jerman.

BAB III

Penutup

3.1 Kesimpulan

Kegiatan yang dilakukan pada waktu luang sudah ada sejak abad ke-1, namun di Jerman sendiri penggunaan kata waktu luang atau Freizeit  baru muncul pada tahun 1865 untuk pertama kalinya dalam kamus bahasa Jerman karya Daniel Sanders. Tiap masa mempunyai cara yang berbeda dalam menghabiskan waktu luangnya. Pada masa Alten Röm, orang-orang Romawi banyak menghabiskan waktu luang mereka diluar rumah. Mereka bermain papan permainan, menonton gladiator, dan berkunjung ke pemandian umum. Kunjungan ke pemandian umum merupakan salah satu hal yang disukai orang-orang Romawi, karena sebagian besar rumah di Roma tidak dilengkapi fasilitas air, sehingga orang-orang Romawi memilih untuk mengunjungi pemandian umum yang sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Sedangkan pada masa Mittelalter, waktu luang merupakan suatu yang berharga. Kegiatan yang dilakukan pun lebih beragam, seperti bermain, mengunjungi festival, merayakan perayaan keagamaan, mengunjungi guest house, dan berburu. Pada abad ke-19, mereka mempunyai waktu luang yang lebih banyak karena jam kerja yang menjadi sedikit. Pada masa ini, kesadaran akan berekreasi mulai timbul. Selain itu, pada abad ini juga mulai muncul berbagai macam klub. Selain itu, karena munculnya aksara pada abad ke-19 ini yang membuat buku dan majalah mulai didistribusikan, membaca menjadi hal yang populer. Pada abad ini mula indsustri hotel mulai mengalami kemajuan. Pada abad ke-20, dunia entertainment mulai berkembang, seperti bioskop, sirkus, pementasan tari, opera, operet, dan teater. Penggunaan media massa pun mulai banyak digemari untuk menghabiskan waktu luang seperti dengan mendengarkan radio dan menonton televisi. Bidang olahraga juga mengalami perkembangan dan beberapa kegiatan yang dianggap pekerjaan juga digemari untuk menghabiskan waktu luang. Berbeda dengan masa sekarang, orang-orang telah menjadi lebih maju dan modern. Teknologi-teknologi baru mulai berkembang, dan memunculkan semakin banyak inovasi-inovasi baru mengenai kegiatan untuk menghabiskan waktu luang.

3.2 Daftar Pustaka

https://de.wikipedia.org/wiki/Freizeit

Duden (Rechtschreibung): Freizeit; diakses tanggal 8 Juni 2016.

http://www.helpster.de/was-machten-die-roemer-in-ihrer-freizeit-aufschlussreiches_183508

http://oskerzers.educanet2.ch/lateinklasse/.ws_gen/?5

https://www.leben-im-mittelalter.net/alltag-im-mittelalter/freizeit.html

http://www.hls-dhs-dss.ch/textes/d/D16319.php

http://de.statista.com/statistik/daten/studie/171168/umfrage/haeufig-betriebene-freizeitaktivitaeten/

https://www.destatis.de/DE/PresseService/Presse/Pressemitteilungen/2016/01/PD16_032_12411.html

 

PS: Aku berani mengunggah ini ke blog dengan catatan nilai UAS Deutsche Kulturgeschichte-ku kemarin di PausID itu A, nilai angka 85.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s