06.09.2016

Malam ini bertemanlah saja aku dengan secangkir matcha hangat. Berselisih dengan sang waktu yang terlalu pelit membagi apa yang ia miliki kepadaku, satu dari sekian manusia yang terkadang merasa tidak puas dengan dua lusin jam yang telah diberikannya dalam seputaran rotasi bumi. Tidak pernah cukup. Kepuasan hanyalah fiktif belaka dalam kehidupan fana ini. Perlahan rasa matcha-ku memudar, larut dalam hangatnya air yang setia memeluknya sesaat. Dan ketika rasa itu menghilang, terjebaklah aku kemudian dalam nostalgia. Pekat. Cukup menarik jiwa dan ragaku kuat.
– 23:45

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s