Judulnya di Akhir Puisi

Merah

Hanya setengah

Bergelombang

Ujung telinga

Lelah dengar teriakan

Rusak

Seperti separuh jiwa

Rapuh

Laksana serpihan hati yang tersisa

“Mungkin cinta,”

komentar sinis begitu saja

Sekarang muda

Pudar

Lewat sudah merekah

Masih sama

Rusak, rapuh, kusut

Perasaan

Kehidupan

Di ujung bercabang

Laksana pemikiran

“Persetan kah dengan cinta, Nona muda?”

Kumuntahkan itu lagi dan lagi

Ungu

Bak senja

Warna janda

Kata manusia

Tak sehat

Representasi raga

Dipangkas jahat

Jalan sisa seperempat

“Dasar bodoh, payah.”

Berani sekarang mengumpat

Cokelat

Kering kerontang

Nikmat

Lagi sehat

“Selamat,”

Tak jadi tercipta surat wasiat

Belum tamat

Tumpah sekarang darahku

Isi perut sudah berceceran

Aku berantakan

Suatu penghianatan

Gelap nan legam

Doaku didengar Tuhan

Mati, kematian

Ah, persetan

Buka jalan

Tangis kesetanan

Tiada nama perawan

_

Tamat

_

Jatinangor

27 Maret 2016

Extra Virgin Olive Oil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s