Summercourse Report (Varenholz 2014)

This slideshow requires JavaScript.

Hi! Remember that I once said I will post something related to those best moments in 2014 here? Yeah, one of them is of course going to Germany for a summercourse. But since I’ve been really really busy with school, yeah this week I’ve got my final exams and still two more days to go (Screw it, will be having PE Theory and Japanese on Monday and Art on Tuesday). And right now I supposed to be doing my art final project, but I got stuck and I don’t know what to paint what colour should I use so instead I come here and found out I have a draft of the report I should be giving to my German teacher after the summer course, and I’d love to share it with you all, but it’s in Indonesian. (I told you I have no free time at all to even translate the whole document so yeah and I’ll make sure I definitely will post in informal way and in English very very soon!)

Laporan kegiatan saya, Sinta Nareswari, dalam mengikuti Sommer Jugendkurs (Kursus Musim Panas) di Varenholz, Jerman pada tanggal 20 Juli – 09 Agustus 2014.

Kegiatan kursus musim panas ini merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh PASCH di bawah Goethe Institut. PASCH ini adalah partner sekolah menuju masa depan, di mana di Indonesia telah terdapat banyak sekolah yang bergabung, termasuk salah satunya SMA Negeri 4 Denpasar. Goethe Institut memberikan beasiswa kepada siswa-siswi di sekolah PASCH untuk dapat mengikuti kegiatan kursus musim panas ini, dengan mengikuti ujian A1 atau A2 dan meraih nilai tertinggi. Dengan adanya beasiswa tersebut, tentunya memacu semangat siswa untuk semakin giat belajar bahasa Jerman dan meraih nilai tertinggi dalam ujian.

Ujian A1 dan A2 ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di sekolah PASCH. Tahun ini, ujian berlangsung pada Februari 2014 di SMAN 4 Denpasar. Saya mengikuti ujian A2, di mana ini merupakan ujian bahasa Jerman pertama saya karena pada tahun sebelumnya saya tidak mengikuti ujian A1 dengan alasan belum siap. Tetapi setelah naik kelas XI saya bertekad untuk mengejar materi yang tertinggal sehingga saya siap untuk mengikuti ujian tersebut.

Rasa tidak percaya diri, tegang dan takut menghantui saya selama ujian dan sebelum pengumuman. Saya merasa tidak yakin dengan apa yang telah saya kerjakan selama ujian. Menjelang waktu pengumuman akan hasil ujian dan peraih beasiswa tersebut, saya tidak bisa tenang dan terus terbayang akan kegagalan saya dalam mendapatkan beasiswa AFS Intercultural Programs sebelumnya. Sampai akhirnya, Frau Novi memanggil nama Gita W. Pupus sudah harapan saya karena seperti yang diketahui, pada tahun 2013 beasiswa ditujukan kepada satu orang peraih nilai tertinggi ujian A1 dan satu orang peraih nilai tertinggi ujian A2. Hanya satu kata yang dapat menjelaskan perasaan saya waktu itu. Kecewa. Tetapi tidak berselang lama kemudian, Frau Novi kembali memanggil nama seseorang yang tidak lain adalah nama saya. Sambil memberikan sertifikat beliau menjelaskan bahwa untuk tahun ini beasiswa diberikan kepada dua orang peraih nilai tertinggi di ujian A2. Puji Tuhan atas segala berkah yang telah Ia berikan kepada saya.

Tidak pernah sesungguhnya terbayang oleh saya untuk bisa ke luar negeri secara gratis. Untuk jangka waktu yang cukup lama dan tanpa didampingi orang tua. Saya begitu tidak sabar menanti hari keberangkatan, karena ini juga merupakan pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Saya pergi bersama 6 orang siswa lainnya dan satu guru pendamping, yang semua berasal dari sekolah yang berbeda beda. Sasa dari SMA St. Ursula Jakarta, Dea dari SMA St. Ursula BSD, Bibi dari SMA St. John BSD, Nico dari SMA De Britto Jogja, Hristo dari SMAN 1 Ambon, dan Frau Anna Woro dari SMAN 3 Yogyakarta. Hari pertama di Jerman, begitu takjub saya melihat negeri yang berjarak ratusan ribu kilometer dari Tanah Air ini. Begitu modern, bersih dan tertata.

Di Varenholz, saya tinggal di Schloss Varenholz, yaitu sebuah kastil yang sekarang telah dijadikan asrama tempat tinggal bagi siswa dan siswi sekolah privat disana. Kastilnya sederhana dan tidak terlalu besar, tetapi sangat nyaman seperti rumah. Selama berada disana saya tinggal satu kamar dengan seorang dari Kamerun dan Prancis.

Hari Senin di minggu pertama, merupakan tes penempatan. Tes inilah yang akan menentukan kelas tempat kami belajar selama 3 minggu ke depan. Seluruh peserta kursus dari 10 negara berbeda yang berjumlah 63 orang akan dibagi menjadi 5 kelas, mulai dari kelas A1 sampai dengan B2. Tanpa saya duga sebelumnya saya masuk di kelas B1, yang merupakan kelas tingkat kedua tertinggi dalam kursus ini. Kelas saya bernama München, yang terdiri dari 12 siswa dari 6 negara (4 Indonesia, 3 Rusia, 2 Kamerun, 1 Malaysia, 1 Rumania dan 1 China). Guru saya bernama Veronika Gall, beliau merupakan guru yang menurut saya sangat gaul karena tidak pernah kehabisan cara untuk membuat kelas tidak membosankan. Selama di kelas kami tidak hanya belajar bahasa Jerman dan budaya Jerman saja, tetapi kami juga mengenal satu sama lain, saling bertukar bahasa dan budaya, bermain, bernyanyi, menari, berkreasi, berdiskusi, presentasi dan kunjungan ke Universitas Bielefeld.

Selain kegiatan belajar di sekolah yang berlangsung setiap hari Senin sampai Jumat dari pukul 09.00 – 12.30, juga ada kegiatan proyek pada hari Selasa dan Kamis pukul 14.00 – 16.00. Kegiatan proyek tersebut ada 4 cabang, di mana siswa dibebaskan untuk mengikuti proyek yang disukai, yaitu : majalah kursus, menelusuri alam, mengunjungi benteng dan kastil, dan yang terakhir adalah proyek yang saya pilih fotostory. Disamping itu, selalu ada kegiatan menarik yang dapat dilakukan selama mengisi waktu luang, seperti berenang, olahraga, melukis, dansa, teater, dsb. Dan juga selama 3 minggu berada disana, party diadakan sebanyak 5x, mulai dari Begrußung Party, Maskenball Party, Herzblatt Party, Tschüssprüfung Party hingga Abschluss Party, dimana semua party tersebut selalu diakhiri dengan disko. Agenda rutin tiap hari Sabtu yaitu jalan jalan, yang merupakan kegiatan paling ditunggu oleh seluruh peserta. Saya berkesempatan untuk mengunjungi kota Hamburg pada Minggu pertama dan kota Münster pada Minggu kedua. Tetapi pada hari Rabu minggu pertama, kami sempat mengunjungi sebuah kota kecil bernama Bückeburg dan pada hari Rabu minggu terakhir, kami mengunjungi Heide Park di Soltau yang merupakan salah satu amusement park di Jerman. Kunjungan ke Heide Park tersebut merupakan kejutan perpisahan.

Pada hari Rabu di minggu kedua, ada suatu acara yang bernama Multikulti Abend, yaitu acara yang memperkenalkan makanan, budaya, tradisi serta pakaian khas dari masing – masing negara. Jerman, Indonesia, Malaysia, China, Rusia, Rumania, Kazachstan, Perancis, Gabun, Kamerun, dan Malta. Dengan total 11 negara kami berkumpul saling mengenalkan budaya pada acara malam ini, sebegitu menariknya acara yang kami sajikan sehingga mengundang penasaran salah seorang wartawan dari koran lokal untuk meliput, dan saya sempat diwawancarai sedikit oleh beliau. Kami dari Indonesia menyanyikan lagu Tanah Airku dan melakukan flash mob Poco Poco dengan teman saya Nico, dari SMA De Britto Yogyakarta, sebagai leader.

Hari Senin di minggu terakhir, diadakan ujian. Kali ini saya kembali mengikuti ujian A2 dikarenakan menurut guru saya, saya belum siap untuk mengikuti ujian B1. Tetapi tidak hanya saya saja yang dianggap belum siap mengikuti ujian B1, tetapi 7 orang teman sekelas saya juga, sehingga 2 diantaranya memilih untuk tidak mengikuti ujian dan 5 orang sisanya kembali mengulang ujian A2, termasuk saya. Sedikit kecewa tetapi saya bertekad untuk memperbaiki nilai ujian A2 saya. Persiapan demi persiapan pun saya lakukan, demi menebus nilai Hören dan Lesen saya yang tidak terlalu bagus pada ujian sebelumnya.

Seminggu setelah ujian selesai, tiba saat di mana kami akan mengetahui hasil ujian tersebut dan tiba pula saat untuk mengatakan salam perpisahan kepada teman sekaligus keluarga saya selama 3 minggu berada di negeri orang. Sabtu malam, 08 Agustus 2014, kami menerima sertifikat ujian A1 – C1 di aula sekolah. Ketika guru saya memanggil nama saya untuk menyerahkan sertifikat hasil ujian, beliau berkata bahwa saya telah melakukannya dengan sangat baik, saya masih tidak percaya sampai saya melihat sendiri nilai yang tercantum disana. 75 dari 80. Bangga, adalah satu kata yang cukup menggambarkan perasaan saya saat itu. Terlebih lagi dengan nilai yang sempurna untuk menulis.

Tetapi rasa bahagia karena memperoleh sertifikat dengan nilai yang lebih baik dari ujian sebelumnya seakan sirna mengingat hari ini adalah hari terakhir untuk kami bersama, karena hari esok sudah harus terbang kembali ke negara masing masing. Pada hari ini kami dibebaskan untuk tidak tidur, sehingga kami bisa menghabiskan waktu bercanda, bermain, berjoget ria, tertawa, dan melakukan semuanya bersama untuk terakhir kalinya. Karena kesempatan kami untuk bertemu di kemudian hari begitu kecil. Apalagi untuk bisa reuni bersama berpuluh – puluh lebih orang.

Jadwal keberangkatan esok harinya dibagi menjadi tiga kloter, kloter pertama jam 5.00 menuju bandara Hannover, kloter kedua jam 10.00 menuju bandara Hannover dan kloter terakhir jam 10.30 menuju bandara Frankfurt. Rasa sedih memuncak ketika di pagi-pagi buta kloter pertama harus berangkat ke bandara. Terlebih ketika teman dekat saya dari Malta dan kedua teman sekamar saya yang harus pertama pergi. Air mata dan tangis mengiringi kepergian mereka, sehingga asma saya hampir kambuh karena tidak sanggup menahan sesak oleh sesuatu yang akan hilang.

Sungguh tidak terlupakan 3 minggu saya selama mengikuti kegiatan kursus tersebut. Sudah seperti keluarga besar kami bersama sama menghabiskan waktu tiap harinya. Rasa syukur dan terima kasih saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Goethe Institut dan Kepala Sekolah yang telah memberikan saya kesempatan ini. Serta kepada Frau Novi, guru – guru di SMAN 4 Denpasar, guru les privat bahasa jerman saya, dan juga teman – teman yang selalu mendukung saya sehingga saya bisa meraih kesempatan ini.

Dengan ini saya tutup laporan kegiatan saya selama mengikuti Sommer Jugendkurs (Kursus Musim Panas) di Varenholz, Jerman pada tanggal 20 Juli – 09 Agustus 2014.

Advertisements

One thought on “Summercourse Report (Varenholz 2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s