#2

Ketika angin bersemilir menjauh

Isak terdengar seorang gadis terjatuh

Tergolek lemah begitu rapuh

Kala angin berbisik semu

Tak hilang senyumnya lalu

Merah darah merah bersemu

Jika angin sesaat terhenti

Bukanlah karena ia mati

Mungkin jiwa lah yang tersakiti

Dan angin pun terpekik perlahan

Sudah kini kembali Tuhan

Tanpa terbelenggu dan tertahan

(17 November 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s