#1

Dia menggengamku erat
Seakan dia akan selalu bersamaku
Kemanapun sampai akhirat
Selalu bersamaku
Kutorehkan namanya dengan darah
Walau begitu ia tetap menggengamku
Ke kiri ke kanan hanya ialah penunjuk arah
Karena sudah tak punya dayalah aku
Kini sudah sampai titik darahku berhenti
Genggaman erat itu kini tak lagi
Dihempaskannyalah aku kini sendiri
Walau telah kutemani ia hingga mati

(Curahan hati sebuah pulpen)

Ditulis setelah selesai mengerjakan pemantapan provinsi subjek Ekonomi pada tanggal 14 Maret 2015 karena sudah pasrah tidak bisa mengerjakan soal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s