Pelangi Senja yang Kelabu

Lembut harumnya masih terngiang membara

Membakar dupa akan cinta kasih di dada

Menyeruput keelokan mentari yang menjingga

Elok menari diatas keriuhan sepakbola anak tetangga

Hangat sentuhan jemari kecilnya pun masih terasa

Menyibak risau yang menelanjangi jiwa

Menenggelamkan rinduku dahulu dalam pelukannya

Membasuhku dengan pancuran air mata bahagia

Kini pulang sudah ia sembari tertawa nelangsa

Mengucap salam diambang pintu tersiksa

Mengubur harapan kata selamanya

Teringat senyum sorenya diujung gang serupa

Polos tatapannya yang tak terduga

Ia kini sudah di surga

Hanya tinggalkan jejaknya di setiap masa

Mengingatkanku akan pelangi senja yang kelabu tanpa dirinya

(ditulis tanggal 01 September 2013, salah satu puisi dalam antologi Persembahan Senja 100 Puisi Karya Anak Negeri oleh Rumah Puisi @ID_Puisi di Twitter)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s